Dialog Publik dan Diklat & Riset Sosial Ekonomi dan Ekologi Penyelamatan Karst Sangkulirang Mangkalihat. Kerjasama Fakultas Hukum Universitas Mulawarman dengan Tim Perempuan dan Tambang Samarinda dan Forum Karst Kaltim.
Sangkulirang Mangkalihat adalah kawasan karst raksasa di provinsi Kalimantan Timur yang di dalamnya terdapat berbagai gua-gua yang bergambar lukisan cadas (rock art). Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan, diketahui bahwa disamping lukisan cadas pada gua-gua juga ditemukan berbagai artefak dan ekofak, diperkirakan berasal dari masa 4000 tahun yang lalu. Hasil temuan berupa data arkeologi, yang tersebar di berbagai gua dipegunungan karst baik di gunung gergaji, tondoyan ( Kabupaten Kutai Timur), maupun merabu-mapulu (Kabupaten Berau).

Sebaran gua-gua yang memiliki berbagai ragam temuan arkeologis, membentang pada ketiga pegunungan karst, yang diperkirakan mencapai 1,8 juta ha. Kawasan karst sangkulirang mangkalihat berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, kondisi gua-gua mengalami ancaman kerusakan baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia.
Kerawanan tersebut disebabkan adanya beberapa perusahaan swasta yang sudah mulai merambah masuk wilayah kawasan Sangkulirang Mangkalihat untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang ada. Kondisi ini disadari oleh pemerintah provinsi Kalimantan Timur, yang kemudian mengeluarkan peraturan gubernur Nomor 67 Tahun 2012 tentang pengelolaan dan perlingungan ekosistem kawasan karst, dengan cakupan wilayah meliputi 430.000 ha.
Perusahaan semen sekarang sedang berbondong bondong mengkapling kawasan karst si bentangan karst sangkulirang mangkalihat di dua kabupaten yakni Berau dan Kutai Timur. Di kutai timur sudah terbit izin PT. Kobexindo dan Lime Store di dekat kampung Sekerat-Selangkau dan di Bengalon. Sementara di Kabupaten Berau ada PT. Nusa Rasa Sejahtera Mandiri dan Bosowa mengancam Bentangan Biduk Biduk.
Bagi warga kawasan karst menjadi bagian satu kesatuan dalam sistem ruang hidup mereka. Bgi warga biduk-biduk bahwa susunan kawasan karst, hutan, danau dua rasa dan pesisir yang berisi hutan bakau dan biota laut adalah satu kesatuan tak bisa dipilah pilah. Mengapa karena disan ada sumber sumber air dan pangan bagi warga dan keanekaragaman hayati.