Logo
KATEGORI

Berita

AUTHOR

admin

PUBLISHED

02 September 2019

VIEWS

67 Kali


Fakultas Hukum Unmul Gelar Sekolah Perempuan Untuk Keadilan Ekologis

Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk perempuan untuk mengambil bagian dalam mengatasi maslah krisis ekologi. Upaya mendorong keterlibatan perempuan muda dilakukan dengan mengadakan kegiatan Sekolah Perempuan untuk Keadilan Ekologis.

Tags :

Bertempat di Fakultas Hukum Unmul ruang B.205 pada tanggal 26-27 Agustus 2019. Diikuti oleh 15 orang perempuan muda. Menghadirkan narasumber Dr. Sri Mulianti, S.Sos., M.Si, dan Dr. Haris Retno Susmiyati, SH., MH dan Direktur WALHI Nasional, serta PMD AMAN Samarinda, serta para pegiat Lingkungan hidup di Kalimantan Timur.

Acara ini bertujuan untuk melatih perempuan muda memahami persoalan perempuan dan ketidakadilan gender, secara sosial, ekonomi, politik dan hukum dan adanya perempuan muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan perempuan dan ketidakadilan. Terpecahnya relasi manusia dengan alam dibuktikan dengan adanya praktik-praktik eksploitasi alam berlebihan demi kepentingan profit yang sesungguhnya memiliki dampak bagi manusia, dan seringkali yang paling utama adalah perempuan. Pemerintah sebagai pemegang amanah memberikan perlindungan bagi kehidupan rakyatnya lebih berorientasi melancarkan operasi produksi bagi industri-industri ekstraktif tersebut. Persoalan rakyat khususnya perempuan tidak menjadi urusan utama ketika berhadapan dengan kebijakan tata kelola kawasan dan kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah. Logika ekologi sesungguhnya adalah logika interkoneksi. Yaitu bagaimana semua entitas di kehidupan ini berjejaring dan saling terkait yang satu dengan yang lain sehingga kesadaran ini menimbulkan dimensi tanggung jawab mengenai keberlangsungan semua makhluk hidup.

Kegiatan Sekolah Perempuan untuk Keadilan Ekologis tidak hanya meliputi materi kelas saja, namun dirangkai pula dengan kegiatan studi lapang ke lokasi krisis ekologi di Kabupaten Kutai Kartanegara yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juli hinga 1 September 2019.



COPYRIGHT © 2017 FAKULTAS HUKUM - UNIVERSITAS MULAWARMAN
Back to top