Logo
KATEGORI

Berita

AUTHOR

admin

PUBLISHED

04 Juli 2019

VIEWS

215 Kali


Yudisium Gelombang 2 Tahun 2019 FH UNMUL

Fakultas Hukum Universitas Mulawarman menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka Yudisium Gelombang ke-II Tahun 2019 untuk Program Studi Sarjana Ilmu Hukum Angkatan ke-LIV dan Pascasarjana Program Studi Magister Ilmu Hukum Angkatan ke-XVII Tahun Akademik 2018/2019, pada hari Kamis, 27 Juni 2019, bertempat di ruang A-102 gedung Fakultas Hukum, sebanyak 34 mahasiswa Program Studi Sarjana dan 2 mahasiswa Program Studi Magister.

Tags :

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Dr. Mahendra Putra Kurnia, SH., MH yang menyampaikan bahwa alumni Sarjana dan Pascasarjana saatnya melanjutkan visi dan misi yang ada dan jangan sampai nanti menyesal salah mengambil arah dan tujuan dikemudian hari. Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada yudisiawati program studi Sarjana Ilmu Hukum dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3.75 dan lulusan tercepat dengan masa studi 3 Tahun 9 bulan diraih Annisa Harnieka Meidhana, dan Bill Hayden yudisiawan Pascasarjana  dengan IPK tertinggi 3.68, lulusan tercepat yudisiawati Pascasarjana diraih Dian Meirani dengan masa studi 2 Tahun 11 bulan.

Dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah oleh Maria Astuti, S.H. selaku Ketua Ikatan Notaris Kalimantan Timur yang menyampaikan bahwa notaris merupakan Pejabat umum yang berwenang untuk membuat Akta Otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan. Beliau juga menyampaikan kepada para yudisisawan dan yudisiawati jika ingin melanjutkan pendidikan ke notariatan, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah lulus ujian kenotariatan, ujian pengangkatan, ujian kode etik dan menjalani magang bersama, selama empat semester yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali (selama 2 Tahun). Terakhir beliau berpesan kepada mahasiswa yang lulus kuliah agar bisa menjadikan ilmu pengetahuan yang didapat bisa bermanfaat di masyarakat, karena selama di kampus yang dihadapi hanya dosen. Nanti kalau sudah dimasyarakt yang akan dihadapi lebih kompleks lagi.



COPYRIGHT © 2017 FAKULTAS HUKUM - UNIVERSITAS MULAWARMAN
Back to top