Logo
KATEGORI

Berita

AUTHOR

admin

PUBLISHED

12 Agustus 2019

VIEWS

26 Kali


Sarasehan Hak Asasi Manusia

Fakultas  Hukum  bekerjasama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyelenggarakan Sarasehan Hak Asasi Manusia dengan tema “ Mencari Jalan Keluar Penyelesaian Konflik Pertambangan di Kalimantan Timur” bertempat di ruang laboratorium Arbitrase gedung B. pada tanggal 30 Juli 2019. Kegiatan ini dihadiri perwakilan LSM dan para Dosen bidang ilmu hukum dari beberapa Perguruan Tinggi di Provinsi Kalimantan Timur dan turut dihadiri juga oleh beberapa pihak  yang terkait dengan aktivitas pertambangan di Provinsi Kaltim.

Tags :

Acara dibuka oleh Dekan Dr. Mahendra Putra Kurnia, SH., MH, dan dilanjutkan pemaparan oleh bapak Hairansyah yang menyampaikan sejak 2011 hingga sekarang, tercatat ada 35 orang meninggal dunia di lubang atau bekas galian tambang yang dibiarkan mengganga. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah mengategorikan kejadian ini sebagai pelanggaran HAM.

Bagi KOMNAS HAM, kesadaran mencari solusi harus datang dari pemerintah. Solusinya, yang pertama adalah membuat daftar semua lubang bekas tambang, terutama yang dekat dengan permukiman penduduk. Kemudian, cabut izin lingkungan perusahaan yang melanggar hukum, lalu pidanakan mereka. Ketiga, pemerintah harus menghitung kerugian masyarakat, bukan hanya kerugian negara, atas kasus ini, melainkan kerugian-kerugian yang diderita oleh masyarakat sekitar tambang. Jangan pula lupakan kondisi psikologis masyarakat, terutama yang menjadi korban. Pemerintah harus mampu mendampingi mereka.



COPYRIGHT © 2017 FAKULTAS HUKUM - UNIVERSITAS MULAWARMAN
Back to top